Hai, rasanya sudah lama sekali aku tidak posting di blog yang kusayangi ini. Kalau begitu biarkan aku bercerita ya. Boleh?
Aku sekarang sudah semester 6. Lagi musimnya ikut seminar proposal kakak tingkat. Ya, aku termasuk salah satu dari mereka. Aku sedang seneng-senengnya ngikut seminar proposal. lagi semangat-semangatnya. Hehe.
Aku sudah delapan kali mengikuti seminar proposal skripsi. Anehnya, setiap kali mengikuti seminar, aku malah grogi gak karu-karuan. tanganku gemetaran, wajahku memerah panas, kepala terasa berat. Hal-hal yang justru seharusnya dirasakan oleh pemateri. mngkin yaa, karena aku juga berusaha keras untuk memaknai dan mencoba memahami maksud rancangan penelitian pemateri, makanya aku juga ketularan grogi.
Hal lain yang menyebabkan aku grogi adalah karena aku mewajibkan diriku untuk memberikan saran atau mengajukan pertanyaan kepada pemateri seminar. Kenapa harus begitu? Sebenarnya tidak harus, cuma biasanya membaca judulnya saja sudah ada pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam fikiran. Sepertinya mustahil kalau tidak ada hal yang dipertanyakan dari sebuah karya. Termasuk proposal-proposal skripsi ini. Kecuali kalau tidak membaca samasekali, nah itu baru masuk akal jika tidak ada hal yang dipertanyakan.
Jujur, saya senang jika saya bisa mengajukan pertanyaan kepada pemateri. Apalagi jika pertanyaan saya itu dipertegas kembali oleh Dosen Pembimbing atau Dosen Penguji. Bukan apa-apa, itu artinya pemahaman saya mengenai metode penelitian mulai berkembang. Meski, saya tahu saya tetap junior di hadapan para pemateri dan juga peserta seminar yang lainnya, saya tetap memberanikan diri untuk bertanya.
Mengajukan pertanyaan saya senang, nah apalagi jika saya bisa memberikan saran kepada pemateri. Saya juga sangat senang. Apalagi kalau sarannya bagus. Yaaah, saya tahu saya belum bisa memberikan saran yang bagus. Paling tidak kalau aku bertanya atau memberikan saran, aku tidak hanya menjadi pendengar. Tapi aku juga ikut berfikir. Apa hanya pemateri yang berfikrir? Yang bertanyapun juga berfikir. Karena tanya juga gak ngawur-ngawur banget.
Masak ikut seminar hanya untuk duduk dan makan kue yang diberikan pemateri. Atau kalau bukan itu untuk minta tandatangan untuk "Kartu Keikutsertaan Seminar". Aku tahu awalnya aku ikut seminar proposal hanyalah untuk memenuhi kewajibanku. Karena sebagai syarat untuk seminar nanti, aku harus mengikuti minimal 8 kali seminar. Ya, awalnya memang hanya untuk itu. Tapi, aku sadar, pemateri yang di depan ini berfikir sangat keras, pasti. Sudah gitu, dia harus menjamu para peserta seminar dan Dosen Pembimbing. Maka, saya mengimbanginya dengan ikut berfikir, memberikan pertanyaan ataupun saran yang ringan. Karena yang berat bagian Dosen Pembimbing. Hehehe. Paling tidak loh yaaa, aku mengganti kue yang aku makan dari pemateri dengan satu pertanyaan. Wehehehehe..
Hari ini, saya bertanya agak detail kepada pemateri. ada tiga orang yang pada intinya memprotes saya memberikan pertanyaan yang tidak pada tempatnya. Ya, saya akan perbaiki itu semua. Tapi saya juga punya penjelasan dengan apa yang saya lakukan. Saya bertanya kepada pemateri, karena saya menganggap pemateri punya yang terbaik dan sudah bekerja keras untuk penampilannya. Maka, saya wajib memberikan apresiasi dengan menggali apa yang dia fikirkan. Betul?
Mungkin teman-teman yang lain sebenarnya ada yang punya pertanyaan yang lebih bagus dan lebih banyak,. Hanya saja mereka tidak mau mengungkapkannya. Saya? Saya mau bertanya, saya kepingin atmosfer akademisnya hidup. Diskusinya jalan. Sharingnya terasa. Saya juga yakin kalau suasana akademis hidup, justru Dosen akan senang melihatnya. Pak Yusuf Suharto bilang "Jangan hanya jadi pendengar, bertanyalah". Pak Komang malah suka ngguyoni "Wah, iki kue aja yang dihabiskan, tapi gak mau bertanya". Heheheh
Iya, saya akan bercermin kembali dengan sikap saya ketika bertanya, memberikan sanggahan ataupun kritikan. Saya akan belajar untuk lebih baik lagi. Namun, jika "mereka yang memprotes saya" mau bertanya dengan baik kenapa saya melakukan itu, saya pasti punya penjelasan yang baik juga atas pertanyaan itu. Bukan tanpa alasan saya melakukan sesuatu.
Ya, aku tahu kenapa aku grogi. Karena aku ikut berfikir. Karena aku ikut berfikir apa yang disampaikan oleh pemateri.
Doanya yaa, semoga saya menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih baik lagi dari hari ke hari. :)
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Jumat, 06 Februari 2015
Jumat, 09 Mei 2014
IKM JAYA, INDONESIA BERDAYA: Peranan Sektor Industri Kecil Menengah (IMK) dalam Penyerapan Tenagan Kerja di Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo
Kecamatan Sawoo, terletak di sebelah timur Kabupaten Ponorogo. Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Mlarak dan Kecamatan Sooko, sebelah timur dan selatan berbatasan dengan Kabupaten Trenggalek dan sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Sambit. Kecamatan Sawoo berada pada ketinggian 103-980 m dpal. Sebagai kecamatan yang mempunyai kondisi geografis pegunungan, sektor basis Kecamatan Sawoo adalah sektor usaha pertanian, terutama pertanian Tanaman Bahan Makanan (Tabama).
Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini di Kecamatan Sawoo tidak hanya sektor pertanian saja yang menjadi matapencaharian penduduk setempat namun juga Industri Kecil Menengah yang dikenal dengan IMK. Industri kecil menengah (IMK) di Kecamatan Sawoo yang sedang berkembang meliputi industri anyaman, tikar mendong, batu bata merah, gentenng, pande besi, pertukangan kayu, penjahit, tempe, tahu, tape, krupuk, roti, jamu jaa, emping melinjo, es lilin, es lilin, makanan ringan, gula merah, setrum accu, las, capil, besek, kepang, kukusan, tampah, tegel.beton, tambal ban, biting dan rinjing (BPS Kabupaten Ponorogo, 2013).
Dari berbagai macam IMK tersebut yang paling banyak dijumpai adalah industri Tumah Tangga besek dan biting. Banyak yang menekuni IMK besek, karena dapat dikerjakan kapan saja tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama sebagai petani. Gambar berikut adalah gambaran besek di Kecamatan Sawoo
Keberadaan Industri Kecil Menengah(IMK) ini menjadikan lapangan usaha di Kecamatan Sawoo semakin beragam. Selain itu, keberadaan IMK di Kecamatan Sawoo turut memberikan kontribusi dalam pemberdayaan masyarakat dalam bidang ekonomi. Selain itu dampak positif yang diakibatkan oleh adanya Industri Kecim Menengah (IMK) adalah penyerapan tenaga kerja di Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Berikut adalah gambaran jumlah penduduk Kecamatan Sawoo yang bekerja menurut sektorusahanya:
Tabel Jumlah Penduduk Menurut Sektor Usahanya
Untuk mengetahui sejauh mana penyerapan tenaga kerja dalam sektor IKM di Kecamatan Sawoo dapat menggunakan rumus berikut :
Dari perhitungan dengan menggungan rumus tersebut didapat hasil sebagai berikut :
Tabel Prosentase Penduduk yang Bekerja di Sektor IKM
Keterangan :
TK : Tenaga Kerja
P IKM : Prosentase Tenaga Kerja yang berada pada sektor Industri Kecil Menengah (IKM)
Dari data diatas dapat dikehui bahwa sektor Industri Kecil Menengah (IKM) mempunyai dampak positif terhadap masyarakat di Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Keberadaan Industri kecil menengah (IKM) mempunyai peran dalam penyerapan tenagan kerja di Kecamatan Sawoo. Data diatas menunjukkan prosentase penyerapan tenaga kerja di sektor IKM dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pada tahun 2012 penyerapan tenaga kerja di sektor industri sebesar 6,39 persen. Dari jumlah penduduk sebesar 53.092 jiwa, maka jumlah penduduk yang terserap dalam sektor Industri Kecil Menengah (IKM) adalah sebesar 3.392 jiwa.
Peningkatan Prosentase penduduk yang bekerja dalam sektor IKM sebesar 0,02 persen. Prosentase yang terlihat kecil tersebut mempunyai nilai sama dengan 1.062 jiwa. Melihat kondisi Geografis Kecamatan Sawoo yang mempunyai sektor basis pertanian, IKM di Kecamatan Sawoo cukup besar. Apabila Sektor IKM terus ditingkatkan maka pengngguran di Kecamatan Sawoo yang masih sebesar 18,51 persen dapat diatasi.
SARAN :
Dengan adanya potensi IKM di Kecamatan Sawoo yang baik, maka perlu adanya pelatihan
kewirausaan oleh Dinas Perinsdustrian dan Perdagangan untuk mengembangkan usaha, terutama IKM Rumah Tangga. Selain Pemerintahan, Instansi seperti #Dompet Dhuafa juga dapat melaksanakan pelatihan kewirausahaan di Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.
IKM JAYA-INDONESIA BERDAYA-#IndonesiaMoveOn
Kata kunci : #Dompet Dhuafa, #IndonesiaMoveOn
============================================================================
Seiring dengan perkembangan zaman, saat ini di Kecamatan Sawoo tidak hanya sektor pertanian saja yang menjadi matapencaharian penduduk setempat namun juga Industri Kecil Menengah yang dikenal dengan IMK. Industri kecil menengah (IMK) di Kecamatan Sawoo yang sedang berkembang meliputi industri anyaman, tikar mendong, batu bata merah, gentenng, pande besi, pertukangan kayu, penjahit, tempe, tahu, tape, krupuk, roti, jamu jaa, emping melinjo, es lilin, es lilin, makanan ringan, gula merah, setrum accu, las, capil, besek, kepang, kukusan, tampah, tegel.beton, tambal ban, biting dan rinjing (BPS Kabupaten Ponorogo, 2013).
Dari berbagai macam IMK tersebut yang paling banyak dijumpai adalah industri Tumah Tangga besek dan biting. Banyak yang menekuni IMK besek, karena dapat dikerjakan kapan saja tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama sebagai petani. Gambar berikut adalah gambaran besek di Kecamatan Sawoo
![]() |
| Gambaran Besek yang dibuat di Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo |
Tabel Jumlah Penduduk Menurut Sektor Usahanya
![]() |
| Suber : Kecamatan Sawoo dalam Angka, BPS Kab. Ponorogo 2013 |
Untuk mengetahui sejauh mana penyerapan tenaga kerja dalam sektor IKM di Kecamatan Sawoo dapat menggunakan rumus berikut :
Dari perhitungan dengan menggungan rumus tersebut didapat hasil sebagai berikut :
Tabel Prosentase Penduduk yang Bekerja di Sektor IKM
![]() |
| Sumber : Kecamatan Sawoo Dalam Angka 2013 diolah |
Keterangan :
TK : Tenaga Kerja
P IKM : Prosentase Tenaga Kerja yang berada pada sektor Industri Kecil Menengah (IKM)
Dari data diatas dapat dikehui bahwa sektor Industri Kecil Menengah (IKM) mempunyai dampak positif terhadap masyarakat di Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Keberadaan Industri kecil menengah (IKM) mempunyai peran dalam penyerapan tenagan kerja di Kecamatan Sawoo. Data diatas menunjukkan prosentase penyerapan tenaga kerja di sektor IKM dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pada tahun 2012 penyerapan tenaga kerja di sektor industri sebesar 6,39 persen. Dari jumlah penduduk sebesar 53.092 jiwa, maka jumlah penduduk yang terserap dalam sektor Industri Kecil Menengah (IKM) adalah sebesar 3.392 jiwa.
Peningkatan Prosentase penduduk yang bekerja dalam sektor IKM sebesar 0,02 persen. Prosentase yang terlihat kecil tersebut mempunyai nilai sama dengan 1.062 jiwa. Melihat kondisi Geografis Kecamatan Sawoo yang mempunyai sektor basis pertanian, IKM di Kecamatan Sawoo cukup besar. Apabila Sektor IKM terus ditingkatkan maka pengngguran di Kecamatan Sawoo yang masih sebesar 18,51 persen dapat diatasi.
SARAN :
Dengan adanya potensi IKM di Kecamatan Sawoo yang baik, maka perlu adanya pelatihan
kewirausaan oleh Dinas Perinsdustrian dan Perdagangan untuk mengembangkan usaha, terutama IKM Rumah Tangga. Selain Pemerintahan, Instansi seperti #Dompet Dhuafa juga dapat melaksanakan pelatihan kewirausahaan di Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.
IKM JAYA-INDONESIA BERDAYA-#IndonesiaMoveOn
Kata kunci : #Dompet Dhuafa, #IndonesiaMoveOn
============================================================================
BANNER #Dompet Dhuafa
Label:
Ekonomi,
INABerdaya,
Kontes,
Sosial
Langganan:
Postingan (Atom)





