Tampilkan postingan dengan label Coretan Harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretan Harian. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Februari 2015

Padahal Saya Peserta, Kenapa Nervous?

Hai, rasanya sudah lama sekali aku tidak posting di blog yang kusayangi ini. Kalau begitu biarkan aku bercerita ya. Boleh?

Aku sekarang sudah semester 6. Lagi musimnya ikut seminar proposal kakak tingkat. Ya, aku termasuk salah satu dari mereka. Aku sedang seneng-senengnya ngikut seminar proposal. lagi semangat-semangatnya. Hehe.

Aku sudah delapan kali mengikuti seminar proposal skripsi. Anehnya, setiap kali mengikuti seminar, aku malah grogi gak karu-karuan. tanganku gemetaran, wajahku memerah panas, kepala terasa berat. Hal-hal  yang justru seharusnya dirasakan oleh pemateri. mngkin yaa, karena aku juga berusaha keras untuk memaknai dan mencoba memahami maksud rancangan penelitian pemateri, makanya aku juga ketularan grogi.

Hal lain yang menyebabkan aku grogi adalah karena aku mewajibkan diriku untuk memberikan saran atau mengajukan pertanyaan kepada pemateri seminar. Kenapa harus begitu? Sebenarnya tidak harus, cuma biasanya membaca judulnya saja sudah ada pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam fikiran. Sepertinya mustahil kalau tidak ada hal yang dipertanyakan dari sebuah karya. Termasuk proposal-proposal skripsi ini. Kecuali kalau tidak membaca samasekali, nah itu baru masuk akal jika tidak ada hal yang dipertanyakan.

Jujur, saya senang jika saya bisa mengajukan pertanyaan kepada pemateri. Apalagi jika pertanyaan saya itu dipertegas kembali oleh Dosen Pembimbing atau Dosen Penguji. Bukan apa-apa, itu artinya pemahaman saya mengenai metode penelitian mulai berkembang. Meski, saya tahu saya tetap junior di hadapan para pemateri dan juga peserta seminar yang lainnya, saya tetap memberanikan diri untuk bertanya.

Mengajukan pertanyaan saya senang, nah apalagi jika saya bisa memberikan saran kepada pemateri. Saya juga sangat senang. Apalagi kalau sarannya bagus. Yaaah, saya tahu saya belum bisa memberikan saran yang bagus. Paling tidak kalau aku bertanya atau memberikan saran, aku tidak hanya menjadi pendengar. Tapi aku juga ikut berfikir. Apa hanya pemateri yang berfikrir? Yang bertanyapun juga berfikir. Karena tanya juga gak ngawur-ngawur banget.

Masak ikut seminar hanya untuk duduk dan makan kue yang diberikan pemateri. Atau kalau bukan itu untuk minta tandatangan untuk "Kartu Keikutsertaan Seminar". Aku tahu awalnya aku ikut seminar proposal hanyalah untuk memenuhi kewajibanku. Karena sebagai syarat untuk seminar nanti, aku harus mengikuti minimal 8 kali seminar. Ya, awalnya memang hanya untuk itu. Tapi, aku sadar, pemateri yang di depan ini berfikir sangat keras, pasti. Sudah gitu, dia harus menjamu para peserta seminar dan Dosen Pembimbing. Maka, saya mengimbanginya dengan ikut berfikir, memberikan pertanyaan ataupun saran yang ringan. Karena yang berat bagian Dosen Pembimbing. Hehehe. Paling tidak loh yaaa, aku mengganti kue yang aku makan dari pemateri dengan satu pertanyaan. Wehehehehe..

Hari ini, saya bertanya agak detail kepada pemateri. ada tiga orang yang pada intinya memprotes saya memberikan pertanyaan yang tidak pada tempatnya. Ya, saya akan perbaiki itu semua. Tapi saya juga punya penjelasan dengan apa yang saya lakukan. Saya bertanya kepada pemateri, karena saya menganggap pemateri punya yang terbaik dan sudah bekerja keras  untuk penampilannya. Maka, saya wajib memberikan apresiasi dengan menggali apa yang dia fikirkan. Betul?

Mungkin teman-teman yang lain sebenarnya ada yang punya pertanyaan yang lebih bagus dan lebih banyak,. Hanya saja mereka tidak mau mengungkapkannya. Saya? Saya mau bertanya, saya kepingin atmosfer akademisnya hidup. Diskusinya jalan. Sharingnya terasa. Saya juga yakin kalau suasana akademis hidup, justru Dosen akan senang melihatnya. Pak Yusuf Suharto bilang "Jangan hanya jadi pendengar, bertanyalah". Pak Komang malah suka ngguyoni "Wah, iki kue aja yang dihabiskan, tapi gak mau bertanya". Heheheh

Iya, saya akan bercermin kembali dengan sikap saya ketika bertanya, memberikan sanggahan ataupun kritikan. Saya akan belajar untuk lebih baik lagi. Namun, jika "mereka yang memprotes saya" mau bertanya dengan baik kenapa saya melakukan itu, saya pasti punya penjelasan yang baik juga atas pertanyaan itu. Bukan tanpa alasan saya melakukan sesuatu.



Ya, aku tahu kenapa aku grogi. Karena aku ikut berfikir. Karena aku ikut berfikir apa yang disampaikan oleh pemateri.

Doanya yaa, semoga saya menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih baik lagi dari hari ke hari. :)



Senin, 19 Mei 2014

Aku Masih Rindu

Aku kembali ke Malang, karena sebuah tanggungjawab yang tidak bisa aku tinggalkan. Tapiii... Aku rindu. Aku masih rindu dengan kedua oragtuaku. Terutama simbokku yang kondisi kesehatannya tidak begitu baik. Aku rindu. Aku masih rindu dengan Bapakku. Aku masih rindu dengan Mbakku,. Aku masih rindu dengan keponakanku. Aku masih rindu dengan mas iparku. AKU MASIH RINDUUUUUUUU...

Selasa, 15 April 2014

Aku Melu Nyoblos, Nanging Nyoblosku Ora Melu-melu!

Pos terakhirku, "LPJ, Oh Men" tanggal 26 Juni 2013. Hampir sepuluh bulan saya tidak posting di blog yang tersayang ini -kalau sayang seharusnya dirawat kan ya?-. Tentang LPJ-an Olimpiade HMJ kemaren? Tenaaang.. masalah itu sudah lama usai. Bahkan sekarang akan dilaksanakan lagi Olimpiade Geografi Tahun 2014. hehe..Selama hampir sepuluh bulan tidak posting, bukan berarti tidak ada pengalaman atau tidak ada kegiatan yang bisa saya cerikatakan. Justru karena saking banyaknya kegiatan dan saking banyaknya pengalaman sampai saya lupa untuk menuliskannya. hahaha.. gaya banget ya..

Rabu 09 April 2014, saya pulang ke kampung halaman di Kabupaten Ponorogo. Ingat kan tanggal 09 April 2014 merupakan hari pemilu legislatif. Saya pulang Rabu pagi untuk berpartisipasi dalam pemilu. Karena takut tidak nutut, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan jasa travel. Berangkat dari Malang pukul 06.00 WIB, saya tiba di Kampung Halaman sekitar pukul 09.30 WIB. Karena travel hanya mengantarkan saya sampai di jalan raya saja, saya meminta keponakan saya untuk menjemput saya di tempat saya diturunkan oleh travel tersebut. Ketika jemputan belum sampai, saya mendapatkan sms dari Mbak saya "Nduk.. tekan ngendi? ayo nyoblos bareng, tak enteni". Hemm.. ternyata Mbak saya menunggu saya untuk berangkat bareng dalam pemilu.

Setelah sampai di Rumah, saya tidak langsung bersiap-siap untuk nyoblos. Saya makan dulu. Mandi dulu. Bercanda dulu. Ngobrol dulu. Dan baru sekitar pukul 11.00 WIB saya berangkat ke TPS. Panitia yang ada di TPS agak kaget rupanya. Mungkin karena mereka mengira kalau saya tidak pulang saat pemilu seperti sekarang ini. Sebenarnya kalau saya mau, saya bisa nyoblos di Malang, tapi saya lebih memilih untuk nyoblos di Kampung Halaman. Sekalian pulang. Sekalian ketemu dengan Bapak, Simbok, Mbak, Mas dan keponakan. hehe.. Dan memang saya sudah 1/4 tahun tidak ketemu dangan Bapak Simbok. Sejak liburan semester ganjil saya belum pulang kampung. Sehingga moment 09 April ini rasanya tepat untuk birrul walidain setelah rencana pulang tanggal 27 Maret 2014 gagal karena beberapa hal.

Saat sampai di TPS, saya disambut baik. Panitia rata-rata agak sepuh (tua). Dan saya diingatkan untuk berhati-hati dalam menentukan pilihan. Saya jawab saja "Enggeh Pak..". Selama ini saya sering mendengar tentang politik uang. Berita-berita yang ada di TV, radio, surat kabar dan media lainnya sudah sering mengabarkan hal serupa. Tapi saya tidak pernah menyangka kalau hal tersebut terjadi juga di sekitar saya. Saya mendengarkan kabar bahwa daerah sekitar tempat tinggal saya dikuasai oleh Partai tertentu. Jadi harusnya saya pilih Partai tersebut. Mereka merekrut beberapa penduduk asli tempat tinggal sebagai kader yang mengkoordinir warga untuk memilih partainya. Dari yang saya dengar Partai tersebut memberikan uang sebesar Rp. 25.000,- dengan syarat mereka memilih Partai tersebut. Anehnya Partai tersebut mengaku bahwa mereka yang selama ini membangun jalan di Desa saya, sehingga warga di Desa saya harus memilih Partai tersebut. Pertanyaan saya, bukankah yang membangun jalan lokal itu adalah pemerintah daerah? Kalau toh mereka membangun jalan Desa saya ketika mereka memiliki jabatan di pemerintahan, bukankah itu sudah menjadi kewajiban mereka? hemm..


Cara itu mungkin memang ampuh. Terbukti, di TPS tempat saya nyoblos suara tertinggi dipegang oleh Partai tersebut. Jujur saya tidak nyoblos Partai tersebut. Bukan karena saya tidak mendapatkan Rp. 25.000,-. Bukan itu. Saya dan setiap orang yang keberadaannya di luar daerah asal tidak mendapatkan uang tersebut karena diperkirakan mereka tidak akan nyoblos di Desa asal. Satu keluarga saya tidak hanya satu pilihan. Tapi bukan berarti mereka memilih Partai yang telah menyebarkan Rp.25.000,- tersebut. Tidak begitu juga.
Memilih Partai yang berbeda, kan sesuai hati nurani to? hehe.. Ketika Mbak saya berkomentar tentang pilihan saya, saya hanya menjawab "Aku melu nyoblos, nanging nyoblosku ora melu-melu". hehe..

Okee.. Minggu, 12 April 2014 saya harus kembali ke Malang, karena Senin kuliah. Berangkatnyapun harus pagi benar, karena siang hari sudah ada yang menanti (cucian). hehe.. Sambil mempersiapkan bekal dan keperluan yang saya bawa kembali ke Malang, Mbak saya memanggil dari kejauhan. "Nduk..", "Dalem.." jawab saya. "Wonten nopo Mbak?" tanya saya kepada Mbak. "Mergo awakmu nyoblosjarene awakmu entuk duwit. Tapi duwite saiki sek digowo Pak 'X' -salah satu kader Partai yang menguasai daerah tempat tinggal saya-, tapi arep diwehne awakmu". Gleg... saya tertegun. saya menoleh ke arah Mbak saya dengan heran "Nopo Mbak???"
Bahkan ini sudah usai pemilu, masih saja Partai itu menebarkan Rp25.000,-. Bukankah memberikan suara pada saat pemilu itu sudah menjadi hak saya??

Meskipun sampai saat ini saya tidak menerima uang itu -karena saya sudah buru-buru kembali ke Malang-, saya tertawa kalau mengingat bahwa saya juga mendapatkan Rp25.000,- itu. Mereka mengira bahwa saya nyoblos partai mereka. Padahal.. aku melu nyoblos, nanging nyoblosku ora melu-melu!
hehehe..

Rabu, 22 Mei 2013

Jalan-jalan Ke Jawa Timur Park 1

Senin, 20 Mei 2013, aku dan teman-teman kosku jalan-jalan ke salah satu tempat wisata di Kota Batu, Jawa Timur, Indonesia. Jawa Timur Park 1, yah! disanalah tempat tujuan wisata aku dan teman-temanku, untuk mengisi liburan UAS semster genap. Kurang lebih pukul 08.00 WIB aku, Hani, Risma, Mbak Nurita dan Mbak Uus meluncur kesana. Sebenarnya ada satu lagi Mbak Kosku yang beliau ndak bisa ikut, karena sedang kuliah. Kebetulan beliau kuliah di Universitas Brawijaya, jadi ketika UM sudah libur UAS beliau belum bisa menikmati liburannya. Tapi its OK lah, ndak pa2 Mbak Deri ditinggal liburan.

Dari Kiri: Hani, Risma, Mbak Nurita, Mbak Uus

Dari Kiri: Hani, Risma, Aku (Rina)
Sekitar pukul 09.30, aku dan teman-temanku sudah sampai di tepat wisata tujuan. Ini adalah foto teman-temanku ketika sampai di tempat parkitan Jatim Park1. Aku ndak ada dalam foto itu karena aku yang mengambil foto mereka. Sebelum masuk ke tempat wisata ini tentunya harus bertiket dulu ya, biar bisa masuk. hihi.. Tempat yang pertama dikunjungi adalah Galeri Budaya. Disana ada berbagai kebudayaan diseluruh Indonesia (Busana dan Rumah Adat). Ada Busana dan Rumah Adat Jawa, Banyuwangi, Ponorogo, Papua, Bali, Minangkabau, dan masih banyak lagi deh pokoknya. Disana disempatkan untuk narsis sedikitlah.. hihi.. dan foto disamping adalah hasilnya, Hee..

Setelah selesai dari Rumah budaya, rute selanjutnya adalah Science Center. Disana ada gambaran berbagai macam organ tubuh manusia, mulai dari sistem otak hingga sistem pencernaan.Setelah dari Science Center kami mencari wahana Rumah Hantu. Sembari mencari rumah hantu kami melewati wahana miniatur peristiwa sejarah. Sejak masa Purba dijadian miniatur sebagai gambaran sejarah, yang bisa dinikmati di Jatim Park1 ini. Hujan turun bersamaan dengan pencarian rumah hantu sekitar pukul 10.30 WIB. Kami berhenti di salah satu warung di Jatim Park sambil menkmati teh botol untuk mengobati rasa haus kami. Dongkol? iya sedikit, karena baru jam segitu dan hujan sudah turun. Kami berfikiran tidak bisa menikmati permainan yang begitu dinantikan karena terhalang hujan. Lucu banget.. Risma berdoa dengan seriusnya "Ya Allah, hari ini panas nggak pa2, yang puuuaanaass nggak pa2, yang penting jangan hujan?". Haha, lucu banget ya? tapi doa Risma dikabulkan oleh Allah. Hujan reda dan kami melanjutkan pencarian Rumah hantu. Niat banget ke rumah hantu, padahal kalo masuk mereka ndak akan lihat hantunya. Mereka cuman nunduk lihat jalannya coz nggak berani lihat hantunya. Hhaahhh.. yasudahlah. Beberapa menit berselang, kami menemukan rumah hantu yang kami cari-cari. Dan antriannya.. huaaa, panjang banget.. bahkan meluap sampai keluar dari pagar antrian. Hemhh, karena tak tahan dengan antrian yang begitu panjang kami memutuskan untuk berpaling sejenak dari rumah hantu dan mencari permainan lainnya.

Dari Kiri: Mbak Uus, Mbak Nurita, Risma, Hani
Dari Kiri: Mbak Nurita, Risma, Hani, Mbak Uus
Hani Makartining Utami
Okelah disana kami mncoba wahana permainan yang lumayan ekstrim. Tapi anehnya si Risma tidak mau naik Tornado Flying. Dia sudah membayangkan bahwa permainan itu sangat menyeramkan. Makanya dia tidak mau naik. Yang paling menyedihkan lagi, Hani; dia tidak mau mencoba satupun wahana permainan yang ada di Jatim Park1 dengan alasan permainan itu sudah pernah dia coba ketika berada di BNS (Batu Night Square). Huuh..konyol deh Hani trus kamu mau ngapain kesini? kalo gak mau nyoba permainan ini?. Selain itu ternyata Hani sudah ndak enak basan sejak dari Kos, makanya dia tidak mau naik satupun wahana permainan yang ada disana. Oke2, tanpa Hani kami naik bebarapa wahana permanan yang lumayan ekstrim, ada tornado flying,Spinning coater, volcano coaster, dan masih banyak yang lainnya. Wahana yang bsa dinikmati bersama-sam dengan Hani yaitu bioskop 3 dimensi, science center, galeri budaya, miniatur peristiwa sejarah, rumah pipa dan kehraton hantu. Selain itu aku dan Risma menyempatkan diri untuk mencoba wahana flying fox. Wahana yang kami kunjungi terakhir adalah wahana rumah misteri 3 dimensi, meskipun hanya aku dn Mbak Uus yang masuk kedalam rumah tersebut. Semua terlihat sangat payah setelah seharian menikmati wisata ini. Terlebih Mbak Nurita yang sudah tepar ketika menikmati salah satu wahana ekstrim. Hemm, kasian Mbak Nurita. Jalan-Jalan Hari ini kami cukupkan sampai disini. Perjalan kami akhiri dengan makan Bakso bersama-sama dan kami segera pulang menuju kos. Indahnya kebersamaan dengan kalian, semoga bisa menikmati tempat wisata lainnya bersama-sama lagi. Bye2 Jatim Park 1, Batu, Jawa Timur Indonesia....

Sabtu, 27 April 2013

Angan-Angan Menjadi Guru Kembali Muncul

Sesuatu di sekitar kita, terkadang hal tersebut menjadi inspirasi kita!

Dulu... Ketika semasa menempuh bangku Sekolah Menengah Atas aku punya cita-cita untuk menjadi seorang guru. Mungkin karena orang yang saat itu menginspirasiku adalah guru. Bapak dan Ibu Guruku selalu memberikan motivasi disela-sela pelajaran yang mereka sampaikan. Aku menyukai hal itu, Guru yang tidak hanya mengajar tetapi juga mendidik. Sampai sekarangpun saat aku sudah kuliah, aku masih menyukai gaya dosen yang memberikan motivasi disela-sela menyampaikan materinya.

Saat ini aku sedang menempuh S1 Geografi, aku menemukan banyak hal yang berbeda dengan masa SMA. Lingkungan yang kompleks aku temukan. Teman dari berbagai kota bahkan suku yang berbeda aku dapatkan. Jika dulu aku merasa aku hanya bertemu dengan Guru, maka sekarang lebih banyak lagi hal yang sebenarnya bisa menjadi sumber menjadi inspirasiku. Dosen, Guru Besar, Dekan, Rektor, ya seputar siapa yang bisa aku temui saat inilah yang bisa menjadi sumber inspirasiku. Ketika aku bertemu dengan Dosen, kadang au ingin sekali menjadi Dosen, ketika aku bertemu dengan Guru Besar maka kukatakan dalam hatiku "Ah.. aku nanti harus bisa menjadi Guru Besar", begitu pula dengan hal-hal lain yang aku temui. Namun dalam kebimbangan itu au hanya bisa memohon kepada Allah SWT "Ya Allah, jadikanlah aku manusia dengan profesi yang Engkau Ridhoi".

Selasa, 23 April 2013 aku mendapatkan setumpuk surat undangan untuk Sekolah SMA di Kabupaten Ponorogo. Sebagai perwakilan HMJ Geografi dari Ponorogo, tentu aku harus mengantarkannya. Memang HMJ Geografi akan menyelenggarakan Olimpiade Geografi se-Jawa Timur, Bali, NTB Terbuka pada tanggal 26 Mei 2013. Senang campur susah dengan keadaan seperti ini. Senang karena aku akan pulang mengantarkan surat undangan itu. Naa..kalau pulang aku bisa bertemu dengan keluargaku dan juga Bapak Ibu Guru SMAku. Tapi susahnya, tau sendiri kan? minggu2 ini posisi akhir semester, menjelang UAS gitu. Tapi mau bagaimana lagi aku akan tetap pulang minggu depan saat minggu tenang, Insya Allah.

Karena aku akan ke SMAku juga untuk mengantarkan Surat Undangan Olimpiade. Aku berangan-angan dan bertanya dalam hati "Mengapa tidak sekalian aku memperkenalkan Kampusku tercinta kepada adik-adik kelasku? sekalian melaksanakan amanah Kepala Sekolah Bapak Drs. Suroso untuk memberikan motivasi kepada adik-adik kelas XII yang sekarang sedang menanti pengumuman Ujian Nasional?". Yah.. InsyaAllah aku akan melaksanakan apa yang ada dalam angan-anganku ini. Dan ketika aku berangan-angan untuk melaksanakan hal tersebut, entah mengapa angan-angan untuk menjadi seorang Guru muncul dari dalam benakku. Entah, entah dan entah? Aku merasa aku mmang perlu membantu Bapak Ibu Guruku untuk memberikan sedikit motivasi kepada adik-adik kelasku. Tentu saja bukan hanya menjadi harapan Bapak Ibu Guruku ketika output dari SMAku bisa menjadi orang yang berkualitas, namun juga menjadi harapan besarku juga.

Walaupun saat ini aku sedang mengambil S1 Geografi, dan aku bukan anak Pendidikan. Jika Allah telah menetapkan aku menjadi seorang Guru tentu aku akan menjadi Guru. Namun jika tidak, pasti akan ada profesi yang lebih sesuai yang Allah berikan untukku. Ya Allah tuntunlah apa-apa yang akan hamba lakukan, sehingga apa yang hamba lakukan tidak sia-sia, bermanfaat bagi orang lain dan mendaatkan RidloMu. Aamiin..

Selasa, 09 April 2013

Hari ini?

Tidak bisa aku pungkiri, bahwa aku begitu bahagia ketika aku diterima di Perguruan Tinggi itu melalui jalur SNMPTN Tulis. Aku sungguh bersyukur karena Allah memberikan begitu banyak nikmat-Nya sehingga aku-anak gunung yang memimpkan kuliah- bisa merasakan kuliah sarta mendapatkan bantuan belajar. Impian yang sempat tertunda satu tahun, dan kini terwujud. Impian, ya Impian yang hanya bukan impianku semata, namun impian seorang Bapak, Ibu, dan Saudara-saudaraku yang begitu aku cintai. Aku mewujudkan harapan mereka. Aku begitu bangga, dan semoga aku bisa menyelesaikan studyku tepat waktu, karena aku ingin segera membantu meringankan beban kedua orang tuaku.

Seperti mahasiswa baru pada umumnya, akupun merasakan yang namanya OSPEK atau kalau di kampusku disebut dengan PKPT (Pengenalan Kehidupan Peguruan Tinggi). Dheeek.. cepat lari Dheeek, suara itu tidak jauh berbeda dengan yang kudengar pada saat MOS (Masa Orientasi Siswa) ketika SMP & SMA. Suara Kakak-kakak PL itu terkesan sok imut. entahlah barangkalai karena itu bukan hal yang baru dirasakan oleh seorang yang mengalami masa orientasi. Kondisi-kondisi seperti ini sangat gampang ditebak. Cape Deh.. :D

PKPT dari BEM-FA dilaksanakan selama 3 hari. Perploncoan sudah berakhir. Namun ada pula masa orientasi/pengenalan yang dilaksanakan oleh HMJ Geografi. Jadi Kakak-kakak dari HMJ lebih spesifik lagi mengenalkan kehidupan perkuliahan dalam lingkup jurusan geografi. kegiatan tersebut dnamakan denganOPEN HOUSE. Pada saat itu kami para maba (mahasiswa baru)-peserta Open House- dikenalkan dengan nama-nama dosen jurusan geografi, dikenalkan dengan sistem akademik yang ada di lingkup fakultas dan jurusan geografi, juga dikenalkan dengan kakak-kaka HMJ loh, sipp kann?. Di akhir materi yangdisampaikan oleh kakak-kakak HMJ, peserta Open House diperkenankan untuk bertanya tentang apa saja terkait denan materi yang telah disampaikan. Nah.. disini nih.. aku tanya, soalnya tadi ada materi yang kurang jelas yang disampaikan oleh kakak pemateri. Daan, sepuluh penanya diundang di acara HMJ "tasyakuran" asyik, dapat makan N dapat kesempatan buat kenal kakak-kakak HMJ lebih dekat bih. disanalah aku kenal  dengan teman yang sekarang menjadi teman baik-teman satu kosku; Anita Rismayanti.

Namuun... ada satu hal yang aku sesalkan ketika Open House. Aku bertemu dengan seorang teman. Dia datang dari jauh (semua mahasiswa/i datang dari jauh kali Rina :D). Ketika itu aku merasa bahwa diriku paling hebat. Aku telah mengalahkan para pelamar S1 Geografi. Saat itu aku merasa tidak peru dekat kepada siapapun, termasuk dengan teman yang baru aku kenal itu. Aku acuh dan tak menghiraukan dia, hanya sedikit saja responku terhadap dia. Aku anggap aku tak membutuhkannya. Ternyata aku salah, tentu saja manusia akan saling terhubung dan saling membutuhkan. Aku salah, aku telah menyombngkan diriku dengan merasa paling hebat. Aku Salah, sekarang aku ingin sekali berteman akrab denganya (dia wanita), namun dia telah memiliki sahabat. Tapi walaupun begini keadaannya, aku tetap bahagia, jika aku melihat, Orangtua, Saudara dan teman-temanku bahagia. :D

Ketika aku terjatuh, tentu kau akan merangkulku
ketika kau menangis, tentu aku akan ada disampingmu, untuk menghiburmu, teman.. :D