Assalamualaikum.
Kalao dapat rezeki, saya menganggap rezeki itu datang dari Yang Maha Memberi siapa lagi kalau bukan Dia. Hanya saja saya tetap menghargai dan saya sangat berterimakasih dengan orang yang menjadi perantara rezeki itu. Saya mau tanya kepada pembaca sekalian. Apa saya salah?
Lalu ada orang yang menganggap bahwa rezeki itu semata-mata yang memberi adalah orang tadi. Yaaa, orang yang menjadi perantara tadi. Dan orang itu mengingatkan agar saya tidak lupa akan jasa-jasa orang yang memberi saya rezeki itu. Apa orang yang itu salah? Tidak juga kan?
mungkin saja sikap yang saya ambil adalah saya harus bersyukur karena rezeki yang saya dapatkan adalah semata-mata dari Yang Maha Kaya dan Maha Memberi. Dan saya tetap harus berterimakasih kepada orang yang menjadi perantara rezeki tersebut. Dan saya harus berdoa, meminta kepada Yang Maha Kaya, agar saya dimampukan untuk melakukan kebaikan yang sama atau bahkan lebih baik lagi kepada orang yang menjadi perantara tersebut dan kepada orang lain. Imbang kan?
Action Rina!
Apa yang kita inginkan kadang tidak sesuai dengan yang orang lain inginkan. Apapun itu tetap jangan jengkel kepada orang yang tidak berkehendak dengan keinginan Anda. Akan tetapi tetap hormati apa pendapatnya, apalagi kalau dia adalah kawan Anda, saudara anda bahkan orangtua Anda. Dan tetap Anda jangan runtuhkan keyakinan Anda karena provokasi orang-orang yang kurang/tidak setuju dengan keinginan Anda (kecuali keinginan Anda itu jelek atau jahat, hahaha). Tetap luruskan niat, tetap melangkah ke depan, tetap lakukan perbaikan-perbaikan.
Jujur ya, saya agak kecewa, ketika saya ditahan untuk membeli sesuatu yang saya sukai. BUKU. Saya justru didukung kalau membeli baju. Apapun itu, saya harus tetap menghargai beberapa orang yang mengatakan ini. Apalagi beliau adalah orang-orang yang dekat dengan saya. Wong saya looo, selama ini beli buku itu juga jarang-jarang. Saya malah berdoa, suapaya dimampukan beli buku yang buuuuaaanyaaaak. Dan bisa sedekah buku yang buuuaaanyaak pula. Karena buku jendela ilmu. Kalau diamalkan jadi amal jariyah kan katanya. hehehehe..
Atau mungkin, saya harus mengutamakan orang-orang yang dekat saya tadi sebelum saya membeli buku. Mungkin itu pesan untuk saya.
Yang penting, dari kejadian apapun harus diambil pembelajarannya termasuk kejadian tadi. Dari apapun, siapapun ambil hikmahnya selalu untuk belajar. Itulah ciri seorang Pemenang.Go Ahead!
Wassalam.
Rabu, 08 Oktober 2014
Sabtu, 27 September 2014
Mas Ippho Santosa Menyapa Malang
Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuhu.
Alhamdulillahirabbil'alamin. All praises be to Allah. The Almighty, The owner of this universe.
Oke, I wanna teel you something that happen today. I am very, very happy, cause I meet my idola motivator. Who is he? Yes, Ippho Santosa. I have been waiting this seminar for two years. My praise was granted by Allah SWT. As usually, four days ago I online on social media facebook and twitter. I followed Mas Ippho's account and I always monitor the status. I find in the news status that he will go to Malang to held seminar. Woooow.. without a doubt I call the number listed, I asked how much the price of the ticket and where the seminar will be held?. After getting the information, I transfer some money to buy a ticket and I was so impatient to immediately meet with Mas Ippho.
And today I have met with him. I was able to shake hands with him. I've been getting knowledge of him. And most importantly, I've been getting a new spirit to do good and keep the spirit and always positive minded. I praise to Allah that once day I can meet again with Mas Ippho Santosa and the other mentors who I can learn the knowledge to be better situation. Aamiin.. Mas Ippho thanks for knoledge given to me, hopefully you always healthty and spread of kindness.
For all reader who read this posting I recomend you to read Mas Ippho's works. Such as 7 Keajaiban Rezeki, Percepatan Rezeki, Hanya 2 Menit, Moslem Millionaire and other work. You always can see his profile from his official website.
Oke, wassalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahirabbil'alamin. All praises be to Allah. The Almighty, The owner of this universe.
Oke, I wanna teel you something that happen today. I am very, very happy, cause I meet my idola motivator. Who is he? Yes, Ippho Santosa. I have been waiting this seminar for two years. My praise was granted by Allah SWT. As usually, four days ago I online on social media facebook and twitter. I followed Mas Ippho's account and I always monitor the status. I find in the news status that he will go to Malang to held seminar. Woooow.. without a doubt I call the number listed, I asked how much the price of the ticket and where the seminar will be held?. After getting the information, I transfer some money to buy a ticket and I was so impatient to immediately meet with Mas Ippho.
And today I have met with him. I was able to shake hands with him. I've been getting knowledge of him. And most importantly, I've been getting a new spirit to do good and keep the spirit and always positive minded. I praise to Allah that once day I can meet again with Mas Ippho Santosa and the other mentors who I can learn the knowledge to be better situation. Aamiin.. Mas Ippho thanks for knoledge given to me, hopefully you always healthty and spread of kindness.
For all reader who read this posting I recomend you to read Mas Ippho's works. Such as 7 Keajaiban Rezeki, Percepatan Rezeki, Hanya 2 Menit, Moslem Millionaire and other work. You always can see his profile from his official website.
Oke, wassalamualaikum Wr. Wb.
Senin, 22 September 2014
PULAU IMPIAN, PULAU TUJUAN
Semua manusia pasti punya Pulau Impian bukan? Terkadang, ada banyak hal yang menghalangi kita untuk sampai ke Pulau itu. Ada halangan dari dalam diri kita, terkadang dari luar diri kita. Terkadang Pulau yang kita impikan justru bukan pulau yang direstui oleh Tuhan.
Jika pulau impian kita bukanlah Pulau yang ditentukan Tuhan, jangan berkecil hati. Tentu Tuhan lebih tahu mana yang terbaik untuk kita bukan? yang penting usahakan untuk meraih Pulau impianmu itu sampai kamu bisa mengatakan "Ini sudah yang TERBAIK yang bisa aku lakukan". itu artinya kamu sudah semaksimal mungkin untuk berusaha mangarungi samudra untuk sampai di Pulau itu.
Namun, jika halangan itu berasal dari luar diri kita, yang berusaha menumbangkan semangat kita, yang mencoba mematahkan kekuatan kita. Hemmm. Abaikan. itu tidak begtu penting. Jangan terlalu menghiraukan komentar orang lain terhadap apa yang kita lakukan, aku khawatir itu hanya akan menghalangi langkah menuju pulaumu itu.
Tetap luruskan niat, memandang jauh ke depan. YAKIN bahwa kamu akan sampai pada Pulau TUJUAN, meski gelombang sering mengombang-ambingkan!.
But the first one is
"Sandarkan Pulau Impian itu pada Pemiliknya." :)
Jika pulau impian kita bukanlah Pulau yang ditentukan Tuhan, jangan berkecil hati. Tentu Tuhan lebih tahu mana yang terbaik untuk kita bukan? yang penting usahakan untuk meraih Pulau impianmu itu sampai kamu bisa mengatakan "Ini sudah yang TERBAIK yang bisa aku lakukan". itu artinya kamu sudah semaksimal mungkin untuk berusaha mangarungi samudra untuk sampai di Pulau itu.
Namun, jika halangan itu berasal dari luar diri kita, yang berusaha menumbangkan semangat kita, yang mencoba mematahkan kekuatan kita. Hemmm. Abaikan. itu tidak begtu penting. Jangan terlalu menghiraukan komentar orang lain terhadap apa yang kita lakukan, aku khawatir itu hanya akan menghalangi langkah menuju pulaumu itu.
Tetap luruskan niat, memandang jauh ke depan. YAKIN bahwa kamu akan sampai pada Pulau TUJUAN, meski gelombang sering mengombang-ambingkan!.
But the first one is
"Sandarkan Pulau Impian itu pada Pemiliknya." :)
Minggu, 31 Agustus 2014
Dapat Sikap yang Kurang Pas? Ah, Biasa!
Pernah punya pengalaman yang tidak mengenakkan ketika orang lain memandang "gimana gitu" kepada kita?Mungkin diejek, mungkin dipandang sebelah mata? mungkin dikira banyak alasan, atau kemungkinan yang lain.Jika mendapatkan perlakuan yang tidak baik, seringkali kita merasa tidak terima. Right?
Kalau mendapatkan perlakuan yang kuran pas dengan keinginan kita, dalam hati protes. "Mereka bisa-bisanya bersikap seperti itu kepadaku?" Barangkali hal ini yang kita katakan dalam hati kecil kita.
Mungkin kita lupa bahwa segala hal yang kita dapatkan sesuai dengan yang kita perjuangkan. Ketika mendapatkan sesuatu yang kurang pas dengan hati, harusnya kita bertanya kepada diri kita sendiri. "Mengapa mereka bersikap seperti itu?", "Apakah saya punya salaha kepada mereka?", "Apa semua ini terjadi karena perbuatan saya yang kurang pas pula?" Setidaknya ada penilaian dari sisi diri kita, tidak melulu langsung menyalahkan orang lain yang bersikap kurang pas terhadap kita.
Hal-hal semacam itu tentu saja warna dunia ini. Ketidaksetujuan dan ketidakcocokan. Misalnya saja ketika kita mengambil suatu keputusan terhadap diri kita. Kita telah menganggap keputusan itu benar dan tepat. Tapi menurut orang lain, apakah mereka akan mengatakan hal yang sama?. Belum tentu.
Setiap manusia yang lahir ke dunia ini memiliki lingkungan yang berbeda-beda. Right? Masing-masing lingkungan akan membentuk manusia menjadi pribadi yang berbeda pula. Lawong manusia yang dibesarkan dalam lingkungan yang sama saja belum tentu mempunyai karakter yang sama. Betul? Karakter berbeda-beda inilah yang membuat manusia mempunya sudut pandang yang beraneka ragam, sehingga sering tidak sepaham dengan apa yang kita pikirkan.
Nah, kalau sudah seperti ini, tidak bijak rasanya jika kita langsung menyalahkan orang lain yang menilai kita dengan suatu anggapan yang tidak kita setujui. Pertama, sudut pandang manusia bagaikan mata anginn. Bebas memandang kemana saja. Namun setiap memandang dari arah yang berbeda, hasilnya akan berbeda pula bukan? Kedua, mereka punya persepsi tentang kita, bisa jadi karena sikap-sikap, perkataan dan perbuatan yang selama ini mereka amati. Itu bisa saja terjadi? Apa mereka salah jika mereka mengatakan sesuatu tentang diri kita? Padahal mereka telah mengamati kita sebeumnya. Apakah tepat jikka kita langsung melabrak/ngomel-ngomel orang yang mengataka hal jelek tentang kita?
Emosi boleh, karena itu adalah fitrah manusia. Namun jika emosi yang dikedepankan dalam menyikapi keadaan. It's not you, It's not us. Tapi itu telah terkontaminasi oleh tangan-tangan dan desah-desah nafsu kita untuk melampiaskan amarah.
So,sebaiknya kita bersikap yang baik kepada orang lain, tapi bukan berarti dibaik-baikin lo yaaa... hehe. Bersikap baik saja, masih saja tidak tepat menurut orang lain, bagaimana kalau kita tidak bersikap baik. Iya to? Lalu, kita juga tidak melakukan hal-hal yang membuat orang lain menjadi berfikiran/menilai negatif terhadap diri kita. Jika kita sidah bersikap sebaik mungkin terhadap orang lain dan masih mendapat ejekan, mungkin kita harus berintrospeksi. Pasti ada bagian sikap kita yang perlu diperbaiki. Kalau kita benar salah, minta maaflah dan kalau masih saja salah didepan orang lain, anggap saja itu sebagai perhatian mereka terhadap kita. Ahaa.. N how about you?
Kalau mendapatkan perlakuan yang kuran pas dengan keinginan kita, dalam hati protes. "Mereka bisa-bisanya bersikap seperti itu kepadaku?" Barangkali hal ini yang kita katakan dalam hati kecil kita.
Mungkin kita lupa bahwa segala hal yang kita dapatkan sesuai dengan yang kita perjuangkan. Ketika mendapatkan sesuatu yang kurang pas dengan hati, harusnya kita bertanya kepada diri kita sendiri. "Mengapa mereka bersikap seperti itu?", "Apakah saya punya salaha kepada mereka?", "Apa semua ini terjadi karena perbuatan saya yang kurang pas pula?" Setidaknya ada penilaian dari sisi diri kita, tidak melulu langsung menyalahkan orang lain yang bersikap kurang pas terhadap kita.
Hal-hal semacam itu tentu saja warna dunia ini. Ketidaksetujuan dan ketidakcocokan. Misalnya saja ketika kita mengambil suatu keputusan terhadap diri kita. Kita telah menganggap keputusan itu benar dan tepat. Tapi menurut orang lain, apakah mereka akan mengatakan hal yang sama?. Belum tentu.
Setiap manusia yang lahir ke dunia ini memiliki lingkungan yang berbeda-beda. Right? Masing-masing lingkungan akan membentuk manusia menjadi pribadi yang berbeda pula. Lawong manusia yang dibesarkan dalam lingkungan yang sama saja belum tentu mempunyai karakter yang sama. Betul? Karakter berbeda-beda inilah yang membuat manusia mempunya sudut pandang yang beraneka ragam, sehingga sering tidak sepaham dengan apa yang kita pikirkan.
Nah, kalau sudah seperti ini, tidak bijak rasanya jika kita langsung menyalahkan orang lain yang menilai kita dengan suatu anggapan yang tidak kita setujui. Pertama, sudut pandang manusia bagaikan mata anginn. Bebas memandang kemana saja. Namun setiap memandang dari arah yang berbeda, hasilnya akan berbeda pula bukan? Kedua, mereka punya persepsi tentang kita, bisa jadi karena sikap-sikap, perkataan dan perbuatan yang selama ini mereka amati. Itu bisa saja terjadi? Apa mereka salah jika mereka mengatakan sesuatu tentang diri kita? Padahal mereka telah mengamati kita sebeumnya. Apakah tepat jikka kita langsung melabrak/ngomel-ngomel orang yang mengataka hal jelek tentang kita?
Emosi boleh, karena itu adalah fitrah manusia. Namun jika emosi yang dikedepankan dalam menyikapi keadaan. It's not you, It's not us. Tapi itu telah terkontaminasi oleh tangan-tangan dan desah-desah nafsu kita untuk melampiaskan amarah.
So,sebaiknya kita bersikap yang baik kepada orang lain, tapi bukan berarti dibaik-baikin lo yaaa... hehe. Bersikap baik saja, masih saja tidak tepat menurut orang lain, bagaimana kalau kita tidak bersikap baik. Iya to? Lalu, kita juga tidak melakukan hal-hal yang membuat orang lain menjadi berfikiran/menilai negatif terhadap diri kita. Jika kita sidah bersikap sebaik mungkin terhadap orang lain dan masih mendapat ejekan, mungkin kita harus berintrospeksi. Pasti ada bagian sikap kita yang perlu diperbaiki. Kalau kita benar salah, minta maaflah dan kalau masih saja salah didepan orang lain, anggap saja itu sebagai perhatian mereka terhadap kita. Ahaa.. N how about you?
Langganan:
Postingan (Atom)