Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakatuhu.
Alhamdulillahirabbil'alamin. All praises be to Allah. The Almighty, The owner of this universe.
Oke, I wanna teel you something that happen today. I am very, very happy, cause I meet my idola motivator. Who is he? Yes, Ippho Santosa. I have been waiting this seminar for two years. My praise was granted by Allah SWT. As usually, four days ago I online on social media facebook and twitter. I followed Mas Ippho's account and I always monitor the status. I find in the news status that he will go to Malang to held seminar. Woooow.. without a doubt I call the number listed, I asked how much the price of the ticket and where the seminar will be held?. After getting the information, I transfer some money to buy a ticket and I was so impatient to immediately meet with Mas Ippho.
And today I have met with him. I was able to shake hands with him. I've been getting knowledge of him. And most importantly, I've been getting a new spirit to do good and keep the spirit and always positive minded. I praise to Allah that once day I can meet again with Mas Ippho Santosa and the other mentors who I can learn the knowledge to be better situation. Aamiin.. Mas Ippho thanks for knoledge given to me, hopefully you always healthty and spread of kindness.
For all reader who read this posting I recomend you to read Mas Ippho's works. Such as 7 Keajaiban Rezeki, Percepatan Rezeki, Hanya 2 Menit, Moslem Millionaire and other work. You always can see his profile from his official website.
Oke, wassalamualaikum Wr. Wb.
Sabtu, 27 September 2014
Senin, 22 September 2014
PULAU IMPIAN, PULAU TUJUAN
Semua manusia pasti punya Pulau Impian bukan? Terkadang, ada banyak hal yang menghalangi kita untuk sampai ke Pulau itu. Ada halangan dari dalam diri kita, terkadang dari luar diri kita. Terkadang Pulau yang kita impikan justru bukan pulau yang direstui oleh Tuhan.
Jika pulau impian kita bukanlah Pulau yang ditentukan Tuhan, jangan berkecil hati. Tentu Tuhan lebih tahu mana yang terbaik untuk kita bukan? yang penting usahakan untuk meraih Pulau impianmu itu sampai kamu bisa mengatakan "Ini sudah yang TERBAIK yang bisa aku lakukan". itu artinya kamu sudah semaksimal mungkin untuk berusaha mangarungi samudra untuk sampai di Pulau itu.
Namun, jika halangan itu berasal dari luar diri kita, yang berusaha menumbangkan semangat kita, yang mencoba mematahkan kekuatan kita. Hemmm. Abaikan. itu tidak begtu penting. Jangan terlalu menghiraukan komentar orang lain terhadap apa yang kita lakukan, aku khawatir itu hanya akan menghalangi langkah menuju pulaumu itu.
Tetap luruskan niat, memandang jauh ke depan. YAKIN bahwa kamu akan sampai pada Pulau TUJUAN, meski gelombang sering mengombang-ambingkan!.
But the first one is
"Sandarkan Pulau Impian itu pada Pemiliknya." :)
Jika pulau impian kita bukanlah Pulau yang ditentukan Tuhan, jangan berkecil hati. Tentu Tuhan lebih tahu mana yang terbaik untuk kita bukan? yang penting usahakan untuk meraih Pulau impianmu itu sampai kamu bisa mengatakan "Ini sudah yang TERBAIK yang bisa aku lakukan". itu artinya kamu sudah semaksimal mungkin untuk berusaha mangarungi samudra untuk sampai di Pulau itu.
Namun, jika halangan itu berasal dari luar diri kita, yang berusaha menumbangkan semangat kita, yang mencoba mematahkan kekuatan kita. Hemmm. Abaikan. itu tidak begtu penting. Jangan terlalu menghiraukan komentar orang lain terhadap apa yang kita lakukan, aku khawatir itu hanya akan menghalangi langkah menuju pulaumu itu.
Tetap luruskan niat, memandang jauh ke depan. YAKIN bahwa kamu akan sampai pada Pulau TUJUAN, meski gelombang sering mengombang-ambingkan!.
But the first one is
"Sandarkan Pulau Impian itu pada Pemiliknya." :)
Minggu, 31 Agustus 2014
Dapat Sikap yang Kurang Pas? Ah, Biasa!
Pernah punya pengalaman yang tidak mengenakkan ketika orang lain memandang "gimana gitu" kepada kita?Mungkin diejek, mungkin dipandang sebelah mata? mungkin dikira banyak alasan, atau kemungkinan yang lain.Jika mendapatkan perlakuan yang tidak baik, seringkali kita merasa tidak terima. Right?
Kalau mendapatkan perlakuan yang kuran pas dengan keinginan kita, dalam hati protes. "Mereka bisa-bisanya bersikap seperti itu kepadaku?" Barangkali hal ini yang kita katakan dalam hati kecil kita.
Mungkin kita lupa bahwa segala hal yang kita dapatkan sesuai dengan yang kita perjuangkan. Ketika mendapatkan sesuatu yang kurang pas dengan hati, harusnya kita bertanya kepada diri kita sendiri. "Mengapa mereka bersikap seperti itu?", "Apakah saya punya salaha kepada mereka?", "Apa semua ini terjadi karena perbuatan saya yang kurang pas pula?" Setidaknya ada penilaian dari sisi diri kita, tidak melulu langsung menyalahkan orang lain yang bersikap kurang pas terhadap kita.
Hal-hal semacam itu tentu saja warna dunia ini. Ketidaksetujuan dan ketidakcocokan. Misalnya saja ketika kita mengambil suatu keputusan terhadap diri kita. Kita telah menganggap keputusan itu benar dan tepat. Tapi menurut orang lain, apakah mereka akan mengatakan hal yang sama?. Belum tentu.
Setiap manusia yang lahir ke dunia ini memiliki lingkungan yang berbeda-beda. Right? Masing-masing lingkungan akan membentuk manusia menjadi pribadi yang berbeda pula. Lawong manusia yang dibesarkan dalam lingkungan yang sama saja belum tentu mempunyai karakter yang sama. Betul? Karakter berbeda-beda inilah yang membuat manusia mempunya sudut pandang yang beraneka ragam, sehingga sering tidak sepaham dengan apa yang kita pikirkan.
Nah, kalau sudah seperti ini, tidak bijak rasanya jika kita langsung menyalahkan orang lain yang menilai kita dengan suatu anggapan yang tidak kita setujui. Pertama, sudut pandang manusia bagaikan mata anginn. Bebas memandang kemana saja. Namun setiap memandang dari arah yang berbeda, hasilnya akan berbeda pula bukan? Kedua, mereka punya persepsi tentang kita, bisa jadi karena sikap-sikap, perkataan dan perbuatan yang selama ini mereka amati. Itu bisa saja terjadi? Apa mereka salah jika mereka mengatakan sesuatu tentang diri kita? Padahal mereka telah mengamati kita sebeumnya. Apakah tepat jikka kita langsung melabrak/ngomel-ngomel orang yang mengataka hal jelek tentang kita?
Emosi boleh, karena itu adalah fitrah manusia. Namun jika emosi yang dikedepankan dalam menyikapi keadaan. It's not you, It's not us. Tapi itu telah terkontaminasi oleh tangan-tangan dan desah-desah nafsu kita untuk melampiaskan amarah.
So,sebaiknya kita bersikap yang baik kepada orang lain, tapi bukan berarti dibaik-baikin lo yaaa... hehe. Bersikap baik saja, masih saja tidak tepat menurut orang lain, bagaimana kalau kita tidak bersikap baik. Iya to? Lalu, kita juga tidak melakukan hal-hal yang membuat orang lain menjadi berfikiran/menilai negatif terhadap diri kita. Jika kita sidah bersikap sebaik mungkin terhadap orang lain dan masih mendapat ejekan, mungkin kita harus berintrospeksi. Pasti ada bagian sikap kita yang perlu diperbaiki. Kalau kita benar salah, minta maaflah dan kalau masih saja salah didepan orang lain, anggap saja itu sebagai perhatian mereka terhadap kita. Ahaa.. N how about you?
Kalau mendapatkan perlakuan yang kuran pas dengan keinginan kita, dalam hati protes. "Mereka bisa-bisanya bersikap seperti itu kepadaku?" Barangkali hal ini yang kita katakan dalam hati kecil kita.
Mungkin kita lupa bahwa segala hal yang kita dapatkan sesuai dengan yang kita perjuangkan. Ketika mendapatkan sesuatu yang kurang pas dengan hati, harusnya kita bertanya kepada diri kita sendiri. "Mengapa mereka bersikap seperti itu?", "Apakah saya punya salaha kepada mereka?", "Apa semua ini terjadi karena perbuatan saya yang kurang pas pula?" Setidaknya ada penilaian dari sisi diri kita, tidak melulu langsung menyalahkan orang lain yang bersikap kurang pas terhadap kita.
Hal-hal semacam itu tentu saja warna dunia ini. Ketidaksetujuan dan ketidakcocokan. Misalnya saja ketika kita mengambil suatu keputusan terhadap diri kita. Kita telah menganggap keputusan itu benar dan tepat. Tapi menurut orang lain, apakah mereka akan mengatakan hal yang sama?. Belum tentu.
Setiap manusia yang lahir ke dunia ini memiliki lingkungan yang berbeda-beda. Right? Masing-masing lingkungan akan membentuk manusia menjadi pribadi yang berbeda pula. Lawong manusia yang dibesarkan dalam lingkungan yang sama saja belum tentu mempunyai karakter yang sama. Betul? Karakter berbeda-beda inilah yang membuat manusia mempunya sudut pandang yang beraneka ragam, sehingga sering tidak sepaham dengan apa yang kita pikirkan.
Nah, kalau sudah seperti ini, tidak bijak rasanya jika kita langsung menyalahkan orang lain yang menilai kita dengan suatu anggapan yang tidak kita setujui. Pertama, sudut pandang manusia bagaikan mata anginn. Bebas memandang kemana saja. Namun setiap memandang dari arah yang berbeda, hasilnya akan berbeda pula bukan? Kedua, mereka punya persepsi tentang kita, bisa jadi karena sikap-sikap, perkataan dan perbuatan yang selama ini mereka amati. Itu bisa saja terjadi? Apa mereka salah jika mereka mengatakan sesuatu tentang diri kita? Padahal mereka telah mengamati kita sebeumnya. Apakah tepat jikka kita langsung melabrak/ngomel-ngomel orang yang mengataka hal jelek tentang kita?
Emosi boleh, karena itu adalah fitrah manusia. Namun jika emosi yang dikedepankan dalam menyikapi keadaan. It's not you, It's not us. Tapi itu telah terkontaminasi oleh tangan-tangan dan desah-desah nafsu kita untuk melampiaskan amarah.
So,sebaiknya kita bersikap yang baik kepada orang lain, tapi bukan berarti dibaik-baikin lo yaaa... hehe. Bersikap baik saja, masih saja tidak tepat menurut orang lain, bagaimana kalau kita tidak bersikap baik. Iya to? Lalu, kita juga tidak melakukan hal-hal yang membuat orang lain menjadi berfikiran/menilai negatif terhadap diri kita. Jika kita sidah bersikap sebaik mungkin terhadap orang lain dan masih mendapat ejekan, mungkin kita harus berintrospeksi. Pasti ada bagian sikap kita yang perlu diperbaiki. Kalau kita benar salah, minta maaflah dan kalau masih saja salah didepan orang lain, anggap saja itu sebagai perhatian mereka terhadap kita. Ahaa.. N how about you?
Sabtu, 31 Mei 2014
Cinta Adalah Cahaya, Rizki Tiada Tara
HATI-HATI!
Kenapa harus hati-hati?
Ah, mungkin Anda sudah tahu apa
yang akan saya katakan? Akhir-akhir ini sedang menyebar virus demam Korea
bukan? Jadi hati-hati, saya khawatir Anda juga tertular oleh virus tersebut.
Apakah benar dugaan saya?
Jika Anda adalah salah satu
dari sekian juta orang yang terserang demam Korea, Anda tentu ingat Drama Korea
yang berjudul "I Hear Your Voice"? Kisah seorang lelaki yang
mempunyai kemampuan mendengarkan kata hati orang lain melalui tatapan mata.
Park Soo Ha.
Pada saat kelas 2 SD, Park Soo
Ha dan ayahnya ditabrak sebuah truk ketika mengendarai mobil mereka. Karena
belum meninggal, sopir truk justru membunuhnya dengan pipa besi. Dia baru
menyadari bahwa ada dua remaja yang menyaksikan kejadian itu saat akan menghabisi
Park Soo Ha.
Saat sidang di Pengadilan,
semua orang mengira bahwa yang terjadi hanyalah kecelakaan. Bukan pembunuhan.
Pernyataan Park Soo Ha bahwa ayahnya telah dbunuh tidak dipercaya. Usianya
terlalu dini. Ketika Park Soo Ha mengatakan bahwa dia bisa mendengar kata hati
orang lain, dia ditertawakan dan dianggap pernyataanya adalah
kebohongan. Jang Hye Soung -salah satu saksi mata saat ayah Park Soo Ha
dibunuh- memberikan kesaksiannya. Min Joon Gook bersalah. Itulah keputusan
hakim sidang. Min Joon Gook tetap pada ancamannya. Akan membunuh Jang Hye
Soung saat keluar dari penjara.
Jang Hye Soung menangis.
Menyesal. "Seharusnya aku tidak datang, apa yang harus ulakukan jika
dia akan membunuhku? Dia bilang, dia akan membunuhku negitu bebas dari penjara.
Bagaimana aku bisa hidup sekarang?." "Aku akan
melindungimu." Itulah janji yang diucapkan Park Soo Ha, bocah 8 tahun.
Park Soo Ha, mencari Jang Hye Sung selama 10 Tahun. Untuk menepati janjinya. Bahwa dia akan melindungi Jang Hye Sung. Saat itu hampir bersamaan dengan bebasnya Min Joon Gook dari tahanan.
Bahkan membunuh, mendekati Jang Hye Sungpun Min Joon Gook tidak bisa. Perlindungan Park Soo Ha terlalu kuat.
Min Joon Gook, berhasil menculik Jang Hye Sung di sebuah Kota Hantu. Tentu hal ini dilakukan untuk menjebak Park Soo Ha agar datang ke Kota tersebut.
"Dimana dia?"
"Jang Hye Sung sudah kubunuh. Sekarang kau tahu kan rasanya aku 11 tahun yang lalu? Sakit bukan kehilangan orang yang dicintai? Bagaimana perasaanmu? Marah? Ingin membunuh? Begitulah perasaan orang yang kehilangan, akan melakukan apapun dan hidup seperti binatang. Sekarang bunuhlah aku."
Apa Park Soo Ha membunuh Min Joon Gook?
Tidak. Dia tidak
membunuh Min Joon Gook. Satu pesan yang dikatakan oleh Jang Hye Sung dan menjadi janji Park Soo Ha untuk tidak membunuh Min Joon Gook. "Seberapapun kau menyimpan dendam kepada Min Joon Gook, jangan pernah membunuhnya."
***
Bagian akhir episode ke-17.
Menit ke 57.12, Pengacara Cha sedang berbicara dengan Jaksa Seo. Pengacara Cha
mengatakan bahwa dia sedikit kasihan dengan Min Joon Gook. Kemudian Pengacara
Cha Gwan Woo bertanya kepada Jaksa Seo. "Jaksa, apakah kau tahu perbedaan
antara Park Soo Ha dan Min Joon Gook?"
"Min Joon Gook tidak punya
seseorang yang percaya padanya. Tak seorangpun yang mendengarkannya. Tidak ada
orang yang mencintainya. Dan dia tidak mempunyai seseorang untuk dilindungi.
Tapi, jika dia memiliki orang yang seperti itu, dia bisa hidup secara berbeda.
Seperti Park Soo Ha."
***
Seperti itulah cinta. Saya juga memilikii orang-orang yang saya cintai dan mencintai saya. Merekalah sumber semangat dalam hidup saya.
Itulah rezeki yang tak terkira.
Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway, Yuk Menulis Part 2 - Rezekiku, Rezekimu
Langganan:
Postingan (Atom)

